Yang lebih
mendekatkan seorang hamba kepada Allah Azza wa Jalla ialah apabila ia
sujud, lalu memperbanyak doa ketika itu - Nabi Muhammad SAW
Selamat datang kembali ke tanah air para jemaah Umroh yang dipimpin oleh Drs. KH. Mabrur Abduh. Semoga
semuanya dikaruniai Allah Azza wa Jalla, Umroh atau haji yang mabrur. , yang tak ada imbalannya yang lebih pantas kecuali sorga.
Umroh mabrur, secara rohaniah akan tampak pada getaran tauhidnya. Yang secara
lahiriah akan tampak pada perilakunya. Kepadatan ibadahnya, kasih
sayang kepada sesamanya, kedermawanannya, kesederhanaannya,
kerendahhatiannya, semuanya itu bermuara pada sublimasi tauhidnya.
Semakin menebal, semakin menghayati, semakin dipraktikkan, semakin
memikat menjadi suri-tauladan masyarakatnya. Ketika mereka turun dari
tangga pesawat satu per satu, mereka merupakan jiwa-jiwa baru di tanah
kelahirannya. Allahu Akbar.
Hadis
riwayat Abu Hurairah di atas mengajak kita untuk semakin memperbanyak
ibadah. Sujud, secara fisikal, merupakan perlambang yang menggambarkan
pengagungan, pensucian, dan pemahakuasaan Allah. Dan banyaknya doa yang
kita lantunkan menjadi cahaya tauhid yang semakin membimbing ke jalan
lempang, menyisihkan berbagai penghalang.
Kemusyrikan,
sebagai penghalang, adalah pelanggaran terberat. Hukumannya neraka
jahanam. Memang, menduakan Tuhan (syirik) merupakan gejala yang lembut
merasuk ke dalam hati sanubari tanpa disadari siapa pun. Tiba-tiba kita
mendapati hati kita sudah tidak nyaman lagi, karena di situ, di samping
Tuhan, bertahta ''kekuatan lain'' yang sangat kuat yang juga minta kita
sembah. Meski telah umrah dan haji, kita sewaktu-waktu juga bisa terperosok
menjadi seorang musyrik.
Sebenarnya
perasaan kita cukup peka dalam mendeteksi hati kita, apakah kita
mendapatkan umroh atau haji mabrur atau tidak. Rasa plong (lega) mendapat kemudahan
dalam beribadah, dan ilmu pengetahuan yang bertambah, semua itu kita
dapatkan ketika kita menyandang umroh atau haji mabrur. Memang, ibadah umroh juga
merupakan sekolah, di mana kita mendapatkan ilmu pengetahuan (baru),
yang sebelumnya tidak kita mengerti dan tidak kita miliki. Kita semakin
mengerti dan menafsirkan agama lebih lurus, yang membawa langkah kita
semakin mantap.umroh atau Haji mabrur menjadi praktik sehari-hari, yang nyata
dirasakan dan menjadi rahmat bagi masyarakat.
Umroh atau Haji
mabrur adalah suatu sikap yang setiap saat mendekatkan diri kepada
Allah dengan jalan membenahi tata cara beribadah menjadi lebih baik dan
lebih benar. Dalam perilaku sehari-harinya,umroh atau haji mabrur memperlihatkan
sikap dan kehidupan yang islami, artinya baik, benar, berguna, dan
luhur. -(Republika)
1 komentar:
^^
Posting Komentar